Tahun baru Hijjiyah telah tiba, tanpa terasa satu tahun telah berlalu banyak peristiwa telah kita lalui dan alami ada kegembiraan ada pula kesedihan yang semua itu menjadikan kita tetap hidup karena kita selalu berharap hari-hari mendatang akan hadir menjadikan kita lebih baik.
Saya coba sampaikan penjelasan Syaikh Ibn Jibrin.Berikut keterangan beliau :
Alhamdulillahirobbil ‘aalamin.Shalawat serta salam semoga tercurah kepada semulia-mulia para Rasul.Sesungguhnya tahniah adalah kabar gembira dan senang dengan segala sesuatu yang menggembirakan jiwa-jiwa yang berbahagia dengannya.
Adalah dulu Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam memberitakan kabar gembira kepada sahabat-sahabatnya akan kedatangan bulan Ramadhan.Maka inilah petunjuk (dalil) akan kebolehan ucapan kebahagiaan dengan apa yang senang dengannya dalam urusan dunia dan akhirat.
Maklum adanya bahwa Tahun Baru membawa kebahagiaan dan kesedihan.Rasa bahagia dengan telah genapnya satu tahun penuh yang terisi dengan keistiqomahan dan keteguhan diatas agama dan juga rasa aman, kesehatan dan kehidupan bahagia,selama setahun penuh, maka atas keadaan ini maka bertahniah dengannya dan mendoa’akan sebagian mereka kepada sebagian lain dengan ucapan kehidupan yang baik, panjang umur diatas ketaatan.
Adapun rasa sedihnya (ketika datangnya tahun baru) adalah bahwa berlalunya tahun-tahun itu semakin mendekatkan kita kepada ajal dan memangkas umur kita.Keadaan seperti alhamdulillah ada keterangan bahwa Rasulullah ketika melihat hilal bulan baru berkata :
الحمد لله على طول الأعمار والتردد في الآثار، الحمد لله الذي أذهب عنا شهر كذا وآتانا من شهر كذا
Maka demikianlah juga dalam tahun tahun yang berlalu, karena tahun lebih panjang rentang waktunya (dari bulan).Maka bersyukur memuji Allah karena dapat mendapati pergantian tahun tersebut sebagaimana melalui datangnya bulan Ramadhan dan saling menyelamati sesama saudara muslim dengannya dan saling bertahniah dan mendoakan keberkahan pada waktu-waktu yang bahagia seperti saat masuknya Ramadhan, hari Raya Islam dan semisalnya seperti dengan ucapan “Selamat semoga tahun ini membawa engkau kepada kebahagiaan” atau “Semoga Allah mengembalikan pada kita semisal tahun lalu yang berkah” Atau “Semoga keberkahan menyertai anda dalam tahun yang mudah-mudan penuh keutamaan” atau Semoga Allah menjadikan anda dari golongan yang kembali pada Nya” atau “Semoga sukses ditahun ini dengan keridhoan Allah ta’ala”.
Hal ini sebagaimana disyariatkanya do’a agar diterima setelah selesainya dari suatu ibadah dalam musim tertentu seperti haji dan umrah dengan ucapan misalnya “Taqobbalallahu hajjaka aw umrotaka”(semoga Allah menerima haji mu atau umrahmu) atau “semoga anda mendapati kebaikan atas haji mu” atau “Barakallah laka fi hadzal ‘amal ash-shalih” (Keberkahan atasmu atas amal shalih ini) atau “Semoga Allah jadikan haji mu sebagai amal shalih dan usaha yang diganjar” atau yang semisal..Allahu a’lam.
Ucapan-ucapan seperti ini teranggap dari do’a- do’a yang dianjurkan.Telah ada dorongan dalam mendo’akan sesama muslim terhadap saudaranya dalam event-event tertentu (munasabat) seperti kesembuhan atas penyakit, kedatangan dari safar, kelahiran anak,tahniah ketika memasuki awal ramadhan.Yang seperti ini tidak terlarang mengucapkan tahniah dengan hari raya,dengan kedatangan bulan Ramadhan atau dengan masuknya tahun baru.Ini dari sisi kebahagiaan dan senang dengan panjangnya kehidupan kita dengan tetap berpegang teguh dengan sunnah dan amal shalih,sama saja apakah dalam bentuk bersalam jabat tangan, atau dalam bentuk tulisan ,dengan telepon dan yang semisal.
Selengkapnya.....
18 December 2009
Tahun Baru Hijjriyah 1 Muhharram 1431 H
Posted by GMithone at 7:44 AM 0 comments
Labels: Religion
17 October 2009
Mengapa Beda Pendapat Tentang Penentuan HARI RAYA IDUL FITRI Selalu Terjadi ?
Hampir setiap tahun, saat Hari Raya Idul Fitri menjelang, selalu timbul perdebatan tentang penetapan jatuhnya hari raya tersebut. Beruntung umat muslim di Indonesia tergolong toleran satu sama lain hingga tidak terjadi gontok-gontokan antara orang-orang yang beda pendapat.
Sebenarnya perbedaan penentuan tersebut telah berlangsung lama. Dan akar dari perbedaan itu adalah perbedaan metode dalam menetapkan tanggal jatuhnya Hari Raya Idul Fitri. Secara garis besar, perbedaan penentuan awal bulan itu terbagi menjadi dua metode, yakni:
Metode Ru’yat
Dalam metode ini penentuan awal bulan harus melalui ru’yatul hilal (penglihatan bulan baru) dengan mata/alat secara langsung pada tanggal 29 sore menjelang maghrib (tahun Hijriah).
Jika ternyata hilal/bulan baru tersebut tidak berhasil dilihat, maka bulan tersebut disempurnakan / digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari (hingga tanggal 30). Artinya belum masuk bulan baru, meski hasil hisab menunjukkan hilal di atas ufuk ketika matahari tenggelam.
Dasar : HR Bukhari Muslim, tentang ru’yat menentukan awal puasa.
Metode Hisab
Dalam metode ini penentuan awal bulan cukup menggunakan hasil perhitungan hisab/ilmu falak/astronomi. Jika menurut hasil hisab/perhitungan menunjukkan hilal/bulan di atas ufuk ketika matahari tenggelam, maka hari berikutnya sudah masuk tanggal satu. Walaupun hasil ru’yat tidak berhasil melihat bulan baru tersebut.
Dasar : Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (QS. 55:5), dan lain-lain ayat tentang. fungsi bulan sebagai perhitungan)
Hal lain yang mendasari penggunaan hisab sebagai metode penentuan. Terkadang posisi suatu tempat membuat proses ru’yat amat sulit dilaksanakan. Gangguan cuaca pun sering menjadi penghalang bagi proses penentuan ini. Bendasarkan pada beberapa faktor diatas, maka beberapa pihak lebih memilih menggunakan metode hisab.
Lalu bagaimana Anda sebagai umat muslim menyikapi perbedaan ini? Hmmm. Itu semua terserah Anda, silahkan menentukan sendiri mau mengikuti metode yang mana. Yang paling penting, Anda mengetahui dasar-dasar perbedaan itu, atau dengan istilah lain “kita paham dengan ilmunya”.
Ada cerita unik tentang perbedaan ini. Mungkin Anda pernah mendengar kisah pengutusan para Sahabat Nabi ke Perkampungan Bani Quroizhoh. Sebelum berangkat, Rasulullah SAW berpesan kepada para sahabatnya begini:
”Janganlah ada seorang pun dari kalian yang mengerjakan shalat Ashar, kecuali setelah sampai di Bani Quroidzhoh!”
Demikian pesan Rasulullah SAW kepada mereka. Namun, di tengah perjalanan, masuklah waktu shalat Ashar. Para sahabat kemudian berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa mereka harus tetap shalat pada waktunya.
Menurut penafsiran mereka perintah Rasulullah itu agar para Sahabat mempercepat perjalanan sehingga bisa sampai di Bani Quroizhoh ketika waktu Ashar. Merekapun kemudian shalat di tengah jalan.
Sahabat yang lain lagi memahami berbeda. Mereka berkesimpulan bahwa mereka dilarang shalat, kecuali di Bani Quroizhoh. Sehingga merekapun tidak ikutan shalat. Mereka baru melaksanakannya ketika sudah sampai di Bani Quroizhoh.
Kemudian setelah itu, merekapun menyampaikan hal ini kepada Rasulullah SAW. Namun Rasulullah tidak memarahi mereka karena berbeda pendapat dalam masalah ini. Rasulullah SAW hanya tersenyum, alias tak ada yang salah dari keduanya.
Sehingga dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Islam memberi keleluasaan dalam masalah-masalah fikih yang seperti ini. Mari kita bijak dalam perbedaan. Tak perlu saling berselisih.
Lalu bagaimana dengan Anda, metode manakah yang Anda pilih ?
Selengkapnya.....
Posted by GMithone at 4:38 PM 1 comments
Labels: Religion
"Segitiga Kehidupan", Tips Aman Saat Terjadi Gempa Bumi
Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), tim penyelamat paling berpengalaman di dunia. Informasi dalam artikel ini mungkin dapat menyelamatkan nyawa anda dari gempa bumi.
Ia telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara, serta salah satu dari ahli PBB untuk menginvestigasi bencana selama 2 tahun. Ia telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia, sejak tahun 1985.
Pada tahun 1996, Doug bersama timnya membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang ia buat. Mereka meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya.
10 boneka menunduk dan berlindung dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup segitiga kehidupan. Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya.
Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya, yakni segitiga kehidupan, mempunyai peluang yang jauh lebih besar untuk bisa bertahan hidup, bahkan hingga 100%.
Metode Segitiga Kehidupan
Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.
Bangunan pertama yang ia masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City, pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu. Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furnitur, sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut segitiga kehidupan.
Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.
Suatu saat, anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah segitiga kehidupan yang anda temui. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.
Berikut ini adalah 10 Tips dalam melindungi diri saat terjadi Gempa Bumi:
1. Hampir semua orang yang hanya menunduk dan berlindung pada saat bangunan runtuh, meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus kita lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri.
Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit, tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk.
Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
4. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
5. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan untuk selamat sangat mustahil!
7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya.
Bahkan, jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, maka akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri tertutup.
9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal.
Mereka mungkin dapat selamat seandainya keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur, memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
10. Saya menemukan, pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
(Artikel Doug Copp mengenai Segitiga Kehidupan, Diedit untuk briefing Komite Keselamatan MAA) (kp/bun)
Sumber :
www.kapanlagi.com
Selengkapnya.....
Posted by GMithone at 4:33 PM 0 comments
Labels: Tips
Berapakah Batas Kecepatan yang Aman?
Teknologi dalam bidang otomotif terus berkembang. Kecepatan mobil pun dari waktu ke waktu semakin tinggi. Sehubungan dengan itu, kerap kali muncul pertanyaan tentang berapakah batas kecepatan yang dianggap aman? Ternyata, jawaban atas pertanyaan itu tidaklah mudah dirumuskan. Sangat sulit memberikan suatu jawaban yang baku mengenai hal itu karena sesungguhnya memang tidak ada batasan kecepatan yang dianggap aman dalam mengendarai mobil.
Menjalankan kendaraan dengan kecepatan rendah (kurang dari 60 kilometer per jam) pada jalan di mana kendaraan lain melaju dengan kecepatan tinggi (di atas 100 kilometer per jam) sangat berbahaya. Sebaliknya, melaju dengan kecepatan tinggi, di mana kendaraan lain berjalan dengan kecepatan rendah, juga sangat berbahaya. Sebab itu, jika mau aman, jalankan kendaraan Anda sesuai dengan batas kecepatan yang diizinkan. Dengan kata lain, jika mau aman, kendarailah mobil Anda sesuai dengan kecepatan kendaraan lain. Jadi, yang terpenting bukan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi atau kecepatan rendah, tetapi jalankanlah mobil Anda sesuai dengan kecepatan mobil-mobil lain.
Dalam kaitan itulah batas kecepatan minimum yang ditetapkan dan batas kecepatan maksimum yang diizinkan harus dipatuhi oleh semua pengendara kendaraan bermotor sehingga kecelakaan lalu lintas bisa diminimalkan. Misalnya, batas kecepatan minimum 60 kilometer (km) per jam di ruas jalan tol dalam kota dan luar kota, serta batas kecepatan maksimum 80 km per jam di ruas tol dalam kota dan 100 km per jam di ruas tol luar kota.
Di samping itu, tanda dan rambu lalu lintas yang ada juga harus dipatuhi jika ingin perjalanan berlangsung dengan aman. Misalnya, truk melaju di lajur paling kiri, atau mobil yang berjalan lambat tidak sepatutnya berada di lajur paling kanan, mengingat lajur kanan hanya dikhususkan bagi kendaraan yang akan mendahului, atau jalan menyusul dari bahu jalan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Jarak aman dengan kendaraan lain adalah 1-2 detik. Jika mobil Anda melaju dengan kecepatan 80 km per jam, maka 1-2 detik itu sama dengan 22-44 meter. Jika kecepatan mobil Anda melaju dengan kecepatan 100 km per jam, maka 1-2 detik itu sama dengan 28-56 meter. Dalam kenyataan sehari-hari, dengan mudah ditemui pelanggaran terhadap tanda dan rambu lalu lintas. Mulai dari truk yang melaju di lajur kanan, mobil atau bus mendahului dari bahu jalan, atau mobil, bus, dan truk melaju dengan kecepatan rendah di lajur paling kanan, sampai banyaknya kendaraan yang mengabaikan jarak aman dalam berkendara. Jarak antarkendaraan, terutama di jalan tol, hanya 3-5 meter, padahal jarum spidometer menunjukkan kecepatan 80-100 kilometer per jam. Akibatnya, begitu mobil yang berada di depan karena satu dan lain hal secara mendadak berhenti, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari.
Semua negara di dunia menetapkan batas kecepatan maksimum di berbagai ruas jalan. Mulai jalan pedesaan, jalan di pusat kota, di pinggiran kota, di jalan raya, sampai di jalan tol. Batas kecepatan maksimum tertinggi yang diizinkan berkisar 100 km per jam sampai 112 km per jam. Selain untuk mengurangi jumlah angka kecelakaan, penetapan batas kecepatan maksimum juga dimaksudkan untuk mengurangi tingkat pencemaran udara. Semakin kencang mobil dipacu, semakin tinggi emisi CO2 yang dilepaskan ke udara.
Tanpa batas
Jerman adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak menetapkan batas kecepatan maksimum pada jalan raya utama (autobahn). Akhir Oktober lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel menolak seruan dari pembatasan kecepatan maksimum pada 130 kilometer per jam yang diajukan Partai Sosial Demokrat (SPD), salah satu partai koalisi. Seruan pembatasan kecepatan maksimum demi pengurangan emisi gas rumah kaca itu ditolak Merkel dengan alasan kemacetan lalu lintas
sama ancamannya terhadap cuaca dengan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Sebelumnya, bulan Maret lalu, Jerman juga menolak seruan Uni Eropa untuk menerapkan batas kecepatan maksimum pada autobahn. Juru bicara Kementerian Transportasi Jerman mengatakan, penetapan batas kecepatan maksimum di autobahn pada 100 km per jam hanya akan mengurangi emisi CO2 sebanyak 0,6 persen. Lagi pula, Jerman sudah memberlakukan pembatasan kecepatan maksimum pada 98 persen ruas jalan yang ada. Itu sebabnya, jangan heran jika di autobahn, mobil bisa dipacu dengan kecepatan lebih dari 200 km per jam. Pemerintah Jerman percaya bahwa angka kecelakaan lalu lintas dan pencemaran udara dapat dikurangi dengan teknologi, dan bukan dengan pembatasan kecepatan maksimum.
Secara umum bisa dikatakan bahwa semakin cepat mobil dipacu, semakin fatal risiko yang dialami pengendara atau penumpangnya apabila terjadi kecelakaan. Namun, dalam kenyataan, kejadiannya tidak selalu seperti itu. Fatal atau tidaknya risiko yang dialami pengendara dan penumpang sangat ditentukan oleh mobil yang digunakan. Seorang pengendara yang baik tidak dapat melindungi dirinya dan penumpangnya apabila terjadi kecelakaan, tetapi mobil yang baik dapat
menyelamatkan orang-orang yang berada di dalamnya.
Dalam Grand Prix Kanada di Montreal, 10 Juni 2007, mobil balap F1 BMW Sauber yang dikendarai Robert Kubika asal Polandia menghantam tembok dengan kecepatan di atas 250 kilometer per jam, setelah tersenggol mobil Jarno Truly dari Toyota. Begitu kerasnya mobil Kubica menghantam tembok beton itu, menjadikan tidak ada yang tersisa dari mobil tersebut kecuali kokpit monokok (monocoque) tempat dia duduk. Namun, Kubika selamat. Ia hanya mengalami gegar otak ringan dan kakinya terkilir.
A safe car protect people, and a safe car is more save with safe driver (Sebuah mobil yang aman melindungi orang, dan sebuah mobil yang aman akan menjadi lebih aman dengan pengendara yang memerhatikan keamanan). Kata-kata bijak itu perlu dicamkan oleh setiap pengendara mobil.
Melelahkan
Seperti yang telah dibahas di atas, bahwa menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi tidak berbahaya jika itu dilakukan di ruas jalan di mana mobil-mobil lain pun melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, perlu diingat bahwa untuk menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi diperlukan pengalaman dan fisik yang bugar. Memacu mobil dengan kecepatan tinggi itu melelahkan karena memerlukan konsentrasi yang tinggi. Semakin cepat mobil dipacu, semakin sempit sudut pandang pengendara, dan semakin tinggi kesiagaannya (untuk dapat bereaksi secara benar dan dalam waktu yang tepat).
Kodrat sebagai makhluk pejalan kaki menjadikan manusia mempunyai keterbatasan dalam melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Setelah memacu mobil dengan kecepatan tinggi selama dua jam penuh, pengendara disarankan untuk beristirahat sehingga ia tetap dapat bereaksi secara benar dan dalam waktu yang tepat. Bahkan, seorang pembalap Lomba Ketahanan 24 Jam Le Mans yang berpengalaman diwajibkan untuk beristirahat setelah mengemudikan mobil balapnya selama 4 jam tanpa jeda. Dan, secara keseluruhan, pembalap itu hanya diizinkan mengendarai mobil balapnya selama 14 jam.
Selengkapnya.....
Posted by GMithone at 2:30 AM 0 comments
Labels: Automotive
25 January 2009
Detik-detik Rasulullah SAW menjelang sakratul maut
Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah :
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril.
Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku :
'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
******************************
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Sampaikan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita.
Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.
Selengkapnya.....
Posted by GMithone at 1:04 PM 0 comments
Labels: Religion
21 January 2009
Destiny is in your hand !!
Pasrah pada nasib sebenarnya sudah tidak bisa di pertanggungjawabkan lagi,nasib anda ada ditangan anda,anda bisa kendalikan dengan prinsip 90/10:
Bagaimana prinsip 90/10 itu ?- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.Apa maksudnya ?Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.Contohnya :Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.Bagaimana caranya ? .... Dari cara reaksi anda !! Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.Marilah kita lihat contoh dibawah ini :
Kondisi 1
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.
Reaksi anda :
Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.
Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis.
Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak anda ke sekolah.
Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 80 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.
Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar
lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.
Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah.
Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.
Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.
Mengapa ? ... Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.
Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
4. Apakah anda penyebabnya ?
Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.
Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.
Kondisi 2
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : "Sampai jumpa makan malam nanti."
Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.
Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?
2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.
Mengapa ?
Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri.
Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.
Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.
Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki ? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?
Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ?
Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda?
Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.
Contoh lain :
- Anda dipecat.
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?
Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.
- Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi.
Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.
Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan.
Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.
NIKMATILAH HIDUP INI !!
Selengkapnya.....
Posted by GMithone at 12:40 PM 0 comments
Labels: Spirit
01 January 2009
ANGSA ANGSA
Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V".
Sebuah renungan untuk kita bersama dalam mencapai tujuan dengan satu kata kunci "kerjasama". Semoga ..............
INSPIRASI Tuhan Maha Besar
Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka saat musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin.
Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V".
Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah mengapa rombongan angsa terbang dengan formasi bentuk huruf "V" ?.
Fakta (1) :
Kepakan sayap angsa di depan, memberi "daya dukung" bagi angsa dibelakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus 'air wall' di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih jauh daripada kalau setiap angsa harus terbang sendiri-sendiri.
Pelajaran (1) :
Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam perserikatan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ?.
Sudah seharusnya !. Karena angsa saja bisa !
Fakta (2) :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.
Pelajaran (2) :
Kalau kita memiliki cukup logika umum, kita akan tetap berada dalam perserikatan bersama partner lain dan pengelolanya. Kita membuka diri untuk menerima dan memberi bantuan dari dan kepada partner lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama dalam perserikatan yang akan menjadi milik kita bersama.
Fakta (3) :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
Pelajaran (3) :
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Kita yakin potensi semua partner. Tapi, manusia saling bergantung satu sama lain dalam pengetahuan, keterampilan, kemauan, kapasi-tas, karunia lain yang unik, serta talenta atau sumber daya lainnya.
Fakta (4) :
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran (4) :
Kita harus memastikan bahwa ucapan kita akan memberi dukungan kekuatan, bukan melemahkan. Semua partner dalam perserikatan akan saling memperkuat, sehingga hasil yang dicapai akan menjadi lebih besar. Dukungan dalam satu kesatuan hati dilandasi nilai-nilai luhur adalah kualitas suara dan ucapan partner yang diharapkan bersama oleh semua partner dalam perserikatan .
Fakta (5) :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka,atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi.
Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran (5) :
Kalau saja kita berperasaan seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama partner yang berada dalam kesulitan, seperti ketika segalanya baik, dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat bangkit kembali.
Selengkapnya.....
Posted by GMithone at 10:28 AM 0 comments
Labels: Spirit
